JUQ-961 I Made My Wife Stand On A Street Corner For An Hour And She Was A Streetwalker. Rei Kimura
Aku sejenak terkejut dengan serbuan ganas mulut Tante Ning yang kian binal melumat-lumat mulutku, mendesak-desaknya ke dalam dengan buas. Bokep jepang Kiri dan kanan.“Itu kadonya?” tanyaku memberanikan diri beberapa saat kemudian. Akibatnya, tahun itu aku tidak naik kelas. Tante Ning mendesah, mengerang, dan merintih-rintih.“Aaaarghh…, enak sekali, Ivaaannnn….., Tante suka kontol kamuhhh… Terus, Sayaaang…, teruuuussssss….., ssssshhhhhh….., aaaaarrggghhhhh….”Aku semakin bersemangat, kusodok-sodokkan batang penisku semakin kuat dan cepat. Tapi kata Tante Ning, kali ini aku harus sabar. Aku jadi tambah deg-degan. Tante Ning tidak canggung-canggung lagi memeluk pinggangku bila kami berboncengan naik motor. Di rumah cuma ada Tante Ning dan si Mbok. Sesekali aku dapat merasakan tonjolan buah dadanya yang menekan empuk punggungku. Batang penisku serasa disedot dan dipelintir-pelintir. Nampaknya Tante Ning tidak mau mengalah, dia bahkan tambah liar lagi. Lalu, mana kadonya?“Merem dong!” kata Tante Ning sambil duduk di sebelahku. “Itu kado spesial dari Tante,” katanya lembut. Pinggulnya bergerak-gerak sementara tangan kirinya terus menuntun




















