Dan terdengar suaranya sendu,
“Bunda…maafkan saya, Bunda…” Aku agak kaget. Bokep colmek Kenapa sikap Prima jadi berubah begitu? Tiba-tiba terdengar suara di sampingku, “Maaf Bunda…ada paket yang…yang ha…wajib ditandatangani sama Ibu dulu…ma..maaaf…” Suara Prima terdengar tersendat-sendat, mungkin sebab kaget serta gugup menonton kondisiku yang belum mengenakan pakaian lengkap.Aku terkejut. Dan ia memang tertegun agak lama di dekat bedku. Lalu aku berjongkok untuk pipis, sekaligus mencuci kemaluanku yang masih dibasahi oleh lendir nafsuku. “Boleh,” sahutku sambil tersenyum,
“Asalkan sikapmu ceria lagi seperti dulu.”
“Iya Bunda…iya…” Prima mengangguk- angguk. “Pri…bunda ingin kamu jawab sejujur- jujurnya ya,” kataku sambil menepuk lutut Prima yang saat itu mengenakan celana pendek abu-abu dan baju kaus oblong putih. Menyelinap ke balik celana pendek anak tiriku. Jangan-jangan dirinya menggunakan obat-obatan terlarang alias apa pun itu.




















