Itu namaku. Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. Bokep tobrut Aku lumayan capek, tapi aku senang. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. “..Erik? Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. Aku berteriak. Erik sangatlah baik padaku. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. “Aku harus menjadi orang pertama yang..”
Erik tidak menyelesaikan kata-katanya dan mulai melumat bibirku dengan sedikit kasar. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. “Terima kasih Erik..aku sayang sekali sama Erik..”
Erik pun membalas pelukanku sejenak dan kemudian melepasnya, dan dia memegang kedua lenganku sambil memandangku dengan serius. Kenapa? Hatiku terasa sakit dan ngilu. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua.




















