“Why are you crying…?” Jeanne mengusap setetes air mata yang menetes dari mataku saat bertanya kepadaku. I’m fine.” Kulirik jam dinding di kamar Jeanne yang samar-samar kulihat menunjukkan sekitar pukul sepuluh pagi. Bokep korea Waktu itu aku lagi duduk-duduk di sebuah bangku putih panjang di Palm Court di UCLA setelah selesai kuliahku hari itu. Yo memekik dan menangis di pelukanku. “It’s all right, Baby… Go back to sleep. Yo dengan tertatih-tatih bangun dan menuju ke kamar mandiku. Pinggulnya benar-benar seperti “bodi gitar”. “No thanks Honey. “No thanks Honey. Aku mendengar kabar ini sepulangku dari latihan survivalku selama seminggu. Orang yang menyadarkanku adalah kakak seperguruanku yang sangat perhatian dengan diriku. Kupeluk Jeanne dengan mesra dan kulanjutkan tidurku.TAMAT Baru kuketahui dari keluarganya bahwa Yo telah dimakamkan. Dia berambut panjang, berkulit kuning langsat dan bermata coklat. Aku berprinsip untuk tidak “melukai” diriku sendiri.




















