Akan kuukur tubuhmu, apakah memenuhi syarat”, kata Adolf sambil mengambil meteran untuk menjahit. Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya! Bokepindo Adolf menyuruhku menurunkan tangan yang menutupi payudaraku. Tapi kan cuma diedarkan di luar negeri?!“Baiklah, tapi kali ini aja ya”, aku menyanggupinya. Kusilangkan tanganku di dada menutupi payudaraku.“Han, masak kamu balik badan begitu. “Pakai baju apa ya enaknya?” batinku. Dia kelihatannya seperti berpikir sejenak.“Nah, sekarang, Han. “Susan!” Adolf memanggil seseorang. Tapi aku diam merengut saja.“Kamu beruntung memiliki payudara yang indah seperti ini”, kata Adolf sambil mencolek belahan payudaraku. Wajahku cantik. Aku berjalan ke halaman depan.“Aha.. Susan ini adalah satu-satunya pelamar yang berhasil terpilih.




















