Dan sikapku juga terus seperti anak balita, meski umurku sudah cukup dewasa.Pernah aku menangis semalaman dan mengurung diri di dalam kamar hanya karena Mbak Indira menikah. Aku memang paling suka kalo dipuji.Oh, ya.., Nanti malam kamu datang..”, ujar Tante Amanda sebelum pergi.“Ke rumah..?”, tanyaku memastikan. Bokep rusia Namun nggak mau dirayakan. sehingga tak ada selembar benangpun yg masih melekat di sana. Bahkan kepalaku terasa pening dan berdenyut menatap badan yg polos dan indah itu. Sehingga pahanya jadi terbuka cukup lebar. Lalu dia menuntun dan membawanya ke pembaringan. Namun aku hanya diam saja, tak tahu apa yg harus kulakukan. Namun Lidya tampaknya juga tak peduli. Namun sebelumnya dia memberitahu kalo aku harus membalasnya dgn cara-cara yg tak pantas untuk disebutkan. Sedangkan aku sendiri sama sekali tak peduli, tetap menganggapnya hanya kawan biasa saja. Suasananya sepi-sepi saja. Ayo..”, ajak Lidya setengah memaksa. menjambak rambutku, dan membenamkan Wajahku ke dadanya.




















