Matahari telah tak nampak lagi, karena habis hujan ditambah hari telah sore. Astrid sepertinya tak asing lagi dengan pria itu, di tengah rasa lelah & shocknya dia mencoba mengingatnya, bercambang, rambutnya keriting & tampak dadanya yang berbukamu di balik kemejanya yang terbuka dua kancing atasnya.Aahh…Bang Ha…!” sahutnya dengan lemah.“Hussshh…huuss…jangan bicara, minum dukamu ini!” pria itu menaikkan punggung Astrid hingga sedikit terangkat & menyodorkan gelas itu ke bibirnyaAstrid meneguk air dalam gelas sambil memegangi selimut yang menutup tubuhnya agar tak melorot. Bokep tobrut Astrid merasakan badannya sakit semua, terutama pada selangkangannya. Tubuh Astrid kian menggeliat menikmati perlakuan para pria bejat yang memperkosanya.Kemudian Jon melepaskan ikatan pada kaki Astrid & menaikkan rok jeans serta menarik lepas celana dalam pink yang dipakai wanita itu. Kian lama Astrid kian bete, sehingga musik yang tadinya tak begitu keras kini volumenya ditambah hingga suara musiknya terdengar hingga keluar mobil.Akhirnya…yes!” Astrid berkata sambil menghela nafas panjang merasa lega karena




















