Kulihat waktu masih menunjukkan pukul 3 pagi lebih sedikit. Bokep indo viral “Kenapa nggak mikir aku saja?”, tanyanya dengan senyum genit. Kupandangi meja disebelahku yg penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yg tak ada isinya. “Ke kafetaria yuk”, ajakku dengan tak menghiraukan gurauannya. Kubaca satu persatu berkas tersebut dan memilah-milahnya menjadi beberapa bagian. gitu ya, jangan harap aku mau membatumu lagi ya”, katanya dengan nada bergurau. Sebuah cubitan langsung menancap di tangan kiriku. “Itu karena pikiranmu belum dewasa. “Aku duarius Mbak, bukan serius lagi”, kataku ngotot yg hanya dibalas dengan senyumannya. “Ya ampun Zainal, kamu baru bangun!”, teriak Indah. Kupandangi meja disebelahku yg penuh dengan botol-botol aqua, beberapa makanan kecil, dan kantung-kantung plastik yg tak ada isinya. “Aku nggak rugi, kok”, jawabnya santai. “Rugi!”, jawabku singkat dengan bergurau tanpa kupikir akibatnya.




















