Akhirnya, tak lama kemudian kamipun mencapai orgasme pada saat yang bersamaan.Spermanya bercampur dengan darah keperawananku keluar dari vaginaku.Setelah beberapa saat, Pak Yudhi memecah keheningan, “Terima Kasih ya San. Aku takut Erick berpikir yang macam – macam.“Ye nih anak.. Bokep montok Lagipula Bapak sering terangsang melihatmu di kelas yang kadang-kadang tidak mengenakan bra.” katanya agak sungkan.Kata-kata Pak Yudhi barusan membuat mukaku langsung merah seperti kepiting rebus. Untuk hidup sehari -hari saja susah. Namun dia malah senang dengan menghisap cairan yang keluar dari vaginaku itu.Bahkan lidahnya semakin liar bermain di vaginaku. Sebelum saya dan Erick bertunangan, saya menceritakan kejadian ini kepada Erick. Namun lama-kelamaan rasa sakit itu berubah menjadi rasa nikmat yang luar biasa. Tetapi punya Erick lebih besar diameternya. Pandai sekali dia memainkan vaginaku.Vaginaku sampai sangat basah dibuatnya. Tapi apakah Bapak akan melakukan Penetrasi?










