“Ihh, ngapain pa?, kayak kurang kerjaan aja?”, aku membalas perkataannya. “Iya ibu cantik sekali, pak Guruh beruntung punya istri kayak ibu yang cantik dan pinter”, katanya kembali memujiku.“Terimakasih atas pujiannya, tapi aku sudah berusia 35 tahun jadi dibandingkan dengan perempuan yang seusia kamu pasti lebih cantik, apa lagi aku bersuami dan punya anak lagi”, jawabku sambil menyakinkan kalau aku bersuami.“Tapi ibu tetep cantik kok, walaupun punya anak”, dia kembali memujiku. Bokep hot “Baik bu”, jawab pembantuku.“Oh ya sekalian jemput dwi ya, habis dari beli buah jemput Dwi”, perintahku lagi sama pembantuku. “Rumah sebesar ini cuman dihuni empat orang plus pembantu bu?”, tanyanya kembali. Jadi kumohon jangan lakukan lagi”, pintaku terhadap Randi walaupun tak pungkiri aku merasa senang dipuji.Randi mulai mengeluskan tangannya dirambuntuku lurus yang panjang sambil berkata:“Ibu, aku tidak bermaksud merusak kebahagiaan ibu, tapi aku hanya mengatakan kalau aku suka sama ibu walau umurku lebih muda tujuh tahun dibawah ibu. Kamipun merapikan




















