Iya deh aku tunggu…” kataku kututup telepon dan buru-buru kupakai kaos dan celana pendekku. Bokep india srrruuuuutttt….!….. Sorry buat yang merasa jadi pramugari baek-baek. matanya tak lepas memandangku. “ih, mesra juga” katanya busyet kataku dalam hati. Dan lima hari tugas di Tarakan
hampir setiap malam hal yang sama terjadi namun kami melakukannya di lain hotel di kamar nomor13
sekarang kadang aku merindukan ketabahannya itu… bukan main…. mungkin dia udah gak peduli, baginya aku adalah pacarnya yang masih hidup. entah berapa menit ana memacuku seperti itu… mataku berkunang-kunang…. Siang itu kelelahan benar-benar menyapaku. “Mau makan di mana?” “mau nemenin ?” tanyaku “mmmm…besok kali ya…” “sekarang aja deh…..” “eh…kalo sekarang ngobrol dulu” katanya ngajarin, (kan lebih tua) “uh kelamaan ngobrol kapan akrabnya!” “kan nggak enak ngobrol di telepon…” “kesini dong” “eh ke kamar?” “iya” “Waduh…” “kenapa takut?” “enggak gak enak aja kalo ketemu temen di lantai dua” aku diam sebentar, aku yakin ana baru berpikir keras.




















