Sekali lagi Pak Hamid mengajukan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulang kejadian itu. Bokep Ia sadar aku tidak mau dijamah lebih dari itu. Maaf saya datang terlalu malam karena ada pekerjaan tanggung â€. Ooohhh…….aahhh .. Kembali aku didekap, aku dipeluk erat oleh kedua tangan kekar. Bibir itu kembali bergeser lambat menyusur dagu, bergerak ke leher, pundak dan akhirnya berhenti di buah dadaku. Sebuah benda yang tidur melingkar, tiba-tiba bangun karena sentuhanku… Tapi jangan dikeluarkan di dalam ya Pak ….â€. Sewaktu Pak Hamid pamit, dia meninggalkan amplop biaya pemeriksaan. Atas persetujuan suami, kami berpisah dan setiap dua minggu aku pulang ke rumah. Tiba-tiba irama gerakan itu berubah menjadi cepat, semakin cepat ….. Dia tidak lagi memanggilku Bu Dokter, tapi cukup namaku, dik Nastiti. Tangan kekar berbulu itu beberapa kali menyentuh pundak dan leherku. Keberanianku mulai muncul. Aaah….ahh…..ahh…….haaaa………………… …..haassss……. Tangan kekar itu akhirnya membopongku dan meletakkan di atas meja kayu.




















