Saya nyaris telanjang, susu saya habis diremas-remas, bibir merah saya dilalap, dan badan saya dihimpit badan laki-laki. Bokepindo Sakit! Dan bahwa saya keguguran.“Duh, untung kamu masih selamat, Denok… Tapi anakmu…” Juragan bilang itu semua sambil nangis.Beliau bilang teringat istrinya, dan sudah takut saya bakal mengalami kejadian yang sama. Di kontolnya kelihatan bercak darah, darah perawan saya! Saya pikir mungkin dua puluh atau lebih. Selanjutnya Juragan kasih tahu saya, beliau dan anak buahnya yang bawa saya ke rumah sakit. Beberapa orang pegawai Juragan manggil saya, tapi saya nggak berani menghadapi mereka, apalagi pas acak-acakan begini. “Tanganmu disingkirin dong? Ealah, pas keluar kamar saya malah ketemu dengan ibu yang punya kontrakan.Si ibu nggak pake basa-basi langsung nagih tunggakan 2 bulan. Syukuuur…” kata Juragan sewaktu melihat saya siuman.Juragan menangis. Dan saya pun jadi makin akrab dengan mereka semua.Saya seperti nyimpan semua rahasia mereka.




















