cepat!” kata Silvy sambil membuka bibirnya yang sensual itu tepat di depan batang kemaluanku. Sylvi sekonyong-konyong menghentikan permainannya dan berdiri meninggalkanku yang masih dalam posisi berlutut. Bokep jilbab Tangannya terus menekan sepatunya ke mukaku dan tak membiarkan aku menghirup udara segar, sementara aku tak berdaya dengan posisi berlutut dan tangan terikat. “Oke, kupenuhi permintaanmu bossku yang cantik, sekarang aku siap melakukan apa saja perintahmu, dan jangan panggil aku Bapak lagi ya,” candaku lagi.Bagai bermain sandiwara, dengan tetap duduk dan menyulut rokok, Sylvi mulai memerankan dirinya sebagai bossku, dan dengan wajahnya yang memang judes itu pantas sekali dengan perannya. “Oke Jo, buktikan kata-katamu, sekarang aku mau kamu buka seluruh pakaianmu sambil berdiri..!” perintahnya langsung yang membuatku kaget setengah mati. “Jo, coba kemari!” teriaknya dari depan lemari kamar. ahh.. Dengan posisiku yang masih berdiri dengan tangan terikat, makin tak karuan perasaanku. Sementara posisi batang kemaluanku yang masuk tegak lurus ke liang kemaluannya membuatnya makin




















