Aku pulang dan dalam perjalanan aku tersenyum sendiri membayangkan pengalamanku barusan. Sekitar 1 jam mobil kawanku selesai servis, kami membayar biayanya, saat di kasir ternyata Ester sedang duduk di sana, kami berpandangan lagi dan sekali lagi kuberikan senyumku yang (menurutku) cukup manis. Bokep rusia “Karena kamu cantik, dan saya tertarik sama kamu sejak pertama memandang kamu tadi”, kataku (biar aja sekalian ngomong to the point and ngegombal sekalian).Ester tertawa kecil,“Bapak pintar ngerayu nih. “Kamu begituan juga sama dia”, tanyaku. Saat aku memandangnya, dia tanpa sengaja melihat pula ke arahku, kami beradu pandang, terasa ada sesuatu yang mengalir di dadaku, aku balas tersenyum padanya, dia tertunduk malu. Ester menggelinjang, meronta, menendang, dan akhirnya sambil menggigit kuat bahuku Ester mendesah panjang dan bersamaan kurasakan cairan membasahasi penisku jauh di dasar vagina Ester.Ester tersenyum puas,“Kamu hebat Rio, punyamu jauh lebih hebat dari punya pacarku”. “Memangnya kenapa Bapak mau ketemu saya lagi?”, tanya Ester.




















