“Tunggu,” katanya. “Gue dulu pernah lihat nama Budi di daftar family elu di FB,” jelas Edwin, sekarang mengerutkan dahinya.“Gue yakin bener.” Budi yang sejak tadi menyibukkan diri membaca berita di ponselnya sekarang terfokus pada pembicaraan. Bokepindo Timo berdiri dan berjalan ke dekatku. Hari Minggu, sore, dan entah sejak kapan seperti setiap hari Minggu sebelumnya, aku sedang membagi-bagikan jus jeruk—atau minuman- minuman lainnya di hari-hari Minggu sebelumnya. “Ogah juga gue dengernya,” katanya sambil pergi meninggalkan kita.“Yuk Timo,” ajaknya. Dan di sisi lain ada Edwin yang menurutku kurang beruntung dalam percintaan. Budi lalu perlahan bergerak naik turun, dan aku merasakan setiap kali Budi naik dan turun dia melewati lebih dari sepuluh senti bagian dari kontolku. “Okay, jangan mikir yang ngga-ngga.




















