Lima belas menit kami terbaring saling menindih tanpa kata-kata. Ia menggelepar dan meninju-ninju punggungku. Bokepindo Kupandangi kemaluanku yang panjang dihiasi bulu yang hitam lebat. “Ibu lapar, pengen makan.” Walau nafsuku telah menggelegak, aku terpaksa bersabar dan menurutinya ke ruang makan, tanpa merasa perlu berpakaian. Tanpa membuang waktu, segera mulutku mencari bibirnya. Dalam kepuasan yang luar biasa itu, aku tertidur di lekukan payudaranya, menanti hari pertama pertarunganku dgn seorang wanita Cina.Ibu Mey Mey adalah seorang wanita berusia tiga puluh tiga tahun. Kan udah lama puasa. “Aku belum pernah sepuas ini.” Makan siang itu terasa lebih nikmat karena diselingi dgn gesekan-gesekan tubuh. “Ooouu..” desahnya. Ia menggeliat tak tentu arah, kehilangan pegangan sama sekali. Gimana? “Ibu lapar, pengen makan.” Walau nafsuku telah menggelegak, aku terpaksa bersabar dan menurutinya ke ruang makan, tanpa merasa perlu berpakaian. Tak sanggup menanti lebih lama, aku menerkam tubuhnya itu dan menggumulinya di atas tempat tidur.




















