Kak Edo menuang lagi. Menancap. Bokep jepang Tunggulah, ya? Aku mencucurkan air mata. Aku turut menjerit di bawah tekanan. Aku tersenyum, menyambutnya di hari yg baru.“Met pagi, tuan…”
“Met pagi…”
“Sarapan?”
“Ehm… ada kamu kan?”
“Kok ada saya?”
“Iya, saya mau sarapan kamu”
“Hihihi…. Menarik. Terlalu gila, tdk pernah dibayangkan akan begini, tapi nyatanya luar biasa. Sedang aku? Hatiku makin muram…Setelah membereskan kamar, aku mulai membersihkan rumah. Lega, rasanya lega sekali. Vagina ngilu, karena baru dimasuki batang penis suami yg besar. Aku terus duduk di lantai, di sisi ranjang. Biarlah… jika waktu berlalu, entah kemana nasibku melaju. Walaupun mungkin nanti aku akan menjadi sedih. Aku memandang Kak Edo, merasakan getaran. Ia berasal dari keluarga kaya raya. Lebih besar daripada… penis laknat yg dahulu memperkosaku. Tdk mungkin… saya hanya… pembantu.” Aku memejamkan mata. Merenggangkannya. Lebih besar daripada… penis laknat yg dahulu memperkosaku. Hanya nafasku saja yg tersengal- sengal. Bawa ke tempat cucian, masukkan ke ember untuk direndam semalam.




















