Bus antar kota dalam propinsi, bus-bus tiga perempat dan angkot, saling berjalan bersimpangan mengisi ruang kosong terminal. Jari tanganku mengocok lubang memeknya yang sudah basah, terasa hangat. Bokepindo Belum juga hilang rasa kagetnya aku langsung menyambar bibirnya. Riuh suara pedagangn asongan menambah kian panasnya udara kota. Wajahku berubah kusam dengan dipenuhi oleh asap dan debu terminal. Hantaman penisku sampai terdengar“Plook…plook..ploook…” membuatku makin tak tahan lagi menahan dorongan ini. Wanita itu sangat kaget sekali, sampai mendongakan kepalanya dan menghentikan permainannya.Matanya terbelalak dengan bibir sedikit terbuka. Si wanita itu duduk di pinggir bak mandi, dengan wajah menunduk ke bawah. Si wanita tersebut tersenyum puas dengan wajah memerah.“Walaupun kita gak kenal tapi kamu sudah bikin aku puas, makasih ya sayang” katanya sambil mengelus pipiku.“Iya sama-sama” jawabku. Sementara tangan kirinya meremas dan memilin putingnya sendiri.




















