Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Aku tidak mau bergerak juga, seolah-olah aku sengaja ingin ditemukan oleh Erik. Bokep hijab Erik mulai meremas-remas payudaraku yang belum tumbuh seutuhnya. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Dia memandangiku yang masih berlinang air mata. Aku tidak akan pernah membencimu Maria..”
Pelukan Erik semakin erat. “Hhhmm.. “Anak bodoh.. Sensasi yang tidak pernah kurasakan sebelumnya. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku pun mengikuti permainannya, sedikit takut, sedikit ingin tahu. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. “Kamu cantik ya Maria? Diam-diam, aku kagum dengan penampilan Erik dan Tomi yang sangat menarik. Aku melihat Erik mulai menciumi bibir wanita itu dengan penuh nafsu. “Kamu cantik ya Maria? Erik kembali menciumiku, kali ini dia meremas payudaraku sambil menghisapnya. Dia pun menahan tanganku yang terikat dan mendekatkan bibirnya ke bibirku. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana.




















