Duduk Di Bawah Pantatnya Di Kursi Wajah

Kugigit bibirnya, merasakan kepalanya yang terangkat dan cengkeraman kuku-kukunya di kulit punggungku. Ah, Jay. Bokep Menjentikkan jemarinya memanggil saat aku tergopoh-gopoh memungut rokok mahalku sambil menggerutu. Aku yang pantang bercinta dengan perek dan pelacur. Sementara kurasakan cubitan jari-jari mungil itu di pipiku.Malang, pukul 01:15 WIBAku menikmati udara malam pegunungan ini, seakan-akan aku sendirilah yang memegang peranan hantu dalam kegelapan ini. Bibirnya sedikit terbuka. “Ray…”
“Hmm…”
“Kamu pikir akan ada yang mau menikahiku kelak?”
Ah, Chie. Aduh. Oh dia ada di sini, ke sini saja. “Hanya maaf?” Jay tertawa. Aku sedikit terguncang. Beginikah perasaanmu sesungguhnya? Chie lalu bercerita pada Jay mengenai acara pernikahannya dengan anak rekan bisnis ayahnya dari Australia untuk menyambung eksistensi bisnis peninggalan ayahnya. Sesaat setelah percintaan itu, aku mulai bisa menebak berkas-berkas fakta yang sebelumnya terasa begitu gamang.

Duduk Di Bawah Pantatnya Di Kursi Wajah

Related videos