Aku baru kembali dari toilet untuk buang air kecil, ketika hendak kembali ke cubicalku melewati ruangannya Pak Hendro, direktur bagian pemasaran,sekonyong-konyong aku mendengar ada suara seperti orang terengah-engah. Bokep arab Kurasakan penisnya semakin menonjol dari dalam celananya, dan digesek-gesekkannya tepat di belahan pantatku. Mendengar eranganku, lidahnya semakin menggelitik lubang telinga kananku. “Pak mau ngapain nih? Hari itu menjelang jam tujuh malam, daftar transaksi dan bon-bon yang harus kususun ke dalam pembukuan masih lumayan banyak dan ini terus terang sangat membuat pusing, sedikit saja kesalahan kita harus mengulang dari awal dan aku tidak ingin itu terjadi sehingga harus melakukannya seteliti mungkiin. “Non Devi cantik sekali, seksi lagi…” sakut Pak Oskar dekat wajahku. Suara itu makin jelas terdengar, aku tahu suara apa itu, itu suara orang main seks, ya suara pria dan wanita berbaur dalam desahan nikmat.




















