ADN-042 Forgive You … ―Wet Reunion 2― Ai Narita
Mbak Ratih beranjak dari duduknya kemudian berlutut dihadapanku, ia memeluk kedua kakiku dengan erat.“Mas, ijinkan saya tetap bekerja dengan mas Adam, saya berjanji akan bekerja dengan sungguh sungguh mas…” kata mbak Ratih memohon.Mbak Ratih merupalan tulang punggung keluarganya. Bokep live Selain berparas ayu, baju lengan panjang dan celana kain yang biasa ia kenakan seakan mencetak lekukan tubuh langsingnya, apalagi saat mengenakan celana warna cerah membuat garis CDnya tampak erat mencengkeram bongkahan pantatnya yang kecil namun padat dan kencang itu. “Aaahhh…Andai mbak Win belum bersuami…”. Kuangkat wajahnya dan kulayangkan ciumanku ke bibirnya, meski memang tak ada penolakan namun kulihat matanya terpejam erat dan bibirnya dikunci rapat hampir saja membuat emosiku terbakar.Aku tak boleh gegabah, aku mencoba untuk mengendalikan emosiku dengan menarik nafas, kucium keningnya, pipinya, sambil kuusap perlahan punggungnya …“Maafkan Adam ya mbak…” bisikku.Kujilati pipinya, pelipisnya, dagunya hingga tepian bibirnya yang mungil sampai akhirnya bibir mbak Ratih perlahan terbuka meski matanya masih tertutup.




















