Napasnya masih terengahengah dan berusaha menarik napas panjang.Kamu sudah selesai surveynya?, tanyaku. Kami saling mendesah dan mengerang. Bokep asia Pipit dan aku serius merancang acara yg pas di sekitar air terjun. Pipit menatapku dengan pandangan sayu. Kulihat disebelahku Yudi dan Arman masih tidur. Dari muka, dada, punggung, pinggang, bokong, selangkangan, paha, betis, tangan dan kaki. ..Rheni.. Ternyata Pipit! darah.., katanya.Aku memeluknya lagi dan berbisikitu darah perawanmu Pipit.Pipit mendekapku,Sakit Jar.., katanya sedikit menangis.Aku tak bisa berkata apaapa dan hanya bisa memperat pelukan. Pipit bilang dia juga bertanya ke Dona dan Dona menjawab terpeleset dengan posisi kaki terbuka sehingga sakit ke pangkal paha.Pipit tetap berkeras,Aku masih tidak percaya lho Jar. Aku bilang bahwa memang aku agak terseret arus karena arusnya deras, aku tantang Pipit untuk mencoba berenang disungai kalau waktu pulang nanti kita mampir lagi dirumah makan itu.




















