Siapa yang beruntung sore ini ya”, pikirku dalam hati.Setelah siap dengan kostum eksibku aku menembus gerimis dengan “mio pink” kesayanganku. Bokepindo Ku lirik lewat
spion ternyata motor mereka mati karna gugup.“Yes… berhasil” dalam hati.G jauh dari rumah aku belok ke pom bensin.“Yes , ini show sebenernya”, hatiku besorak.Pom bensin sepi. Aku berusaha tambah menggodanya dengan mengusap sisa-sisa air hujan di tetekku.“Ci boleh saya….”, kata pak abdul sambil tanganya maju hendak meremas tetekku.Plak…. Sial nie bandot, g tau legging
keayanganku di kotorin lagi. “iya ci mari saya antar, sebelumnya maaf kamar mandinya g bisa dipake kalo mau ganti di belakang kantor
aja, aman kok, motor ahmad juga disana”, kata pak abdul tanpa risih lagi sambil melihat tetekku.Akupun mengikuti pak abdul ke belakang kantor SPBU, belakang kantor merupakan lorong sempit antara gedung
SPBU dan tembok pembatas area SPBU.“pak abdul tolong temenin saya ganti, saya takut ada orang ngintip”, kataku menggoda.




















