Sengaja kupilih tempat yang gelap. Sari menarik perhatianku karena paha mulusnya “diobral”. Indo bokep Walaupun jam kerja resmiku sampai pukul 17, tapi aku jarang bisa pulang tepat waktu. Betul juga. Ada beberapa bank, kantor pos dan kantin. Okelah, nanti cari akal mencuri waktu. “Bener.., Mas. Lurus ke Maribaya. Lurus ke Maribaya. “Mampir ke Sultan Plaza.., ya Mas..”. Hal ini sangat kuhindari. Toh tidak akan kelihatan. Sampai di pertigaan jalan Panorama macet lagi. “Tenang aja Mas.., rahasia dijamin, ya Sari”, kata Bu Maya sambil mengedip penuh arti.Setelah menurunkan Bu Maya di halte, aku langsung mengarah ke Setia Budi. Ia meremas. Lagi-lagi Sari menolak sambil sedikit ngambek. Sari makin cepat. Celaka. Tak ada penolakan. Aku juga memberinya uang dengan harapan agar lain kali bisa kusetubuhi.Esoknya ketika aku membeli rokok, Sari kelihatan biasa saja tak berubah.




















