Entah angkatan 45 atau Balai Pustaka. Bokep india Usianya kuperkirakan sekitar awal tigapuluhan. Segar rasanya.Kepulan asap rokok yang kuhembuskan, berpadu sempurna dengan irama deburan ombak yang berkejaran membelai pasir pantai. Berbanding terbalik dengan istrinya yang di panggil Umi, istrinya begitu muda dan cantik. Sebentuk lesung pipit tercipta ketika ia tersenyum, menghiasi kedua pipinya, menambah kecantikan alami wajahnya.Tak berapa lama, bapak pemilik warung membawakan pesanan teh hangatku dan sapaannya membuyarkan aktifitasku yang tengah mengaggumi indahnya ciptaan Tuhan Sang Maha Pencipta“Ini teh hangatnya dulu pak, nasi gorengnya masih menunggu,” ujarnya.“Iya pak, terima kasih,” jawabku.Aku pun menyeruput teh manis hangat tadi. Berbanding terbalik dengan istrinya yang di panggil Umi, istrinya begitu muda dan cantik. Perut mulai terasa keroncongan. Diimbangi cukuran rambut cepak, banyak yang mengira aku seorang angkatan. HeheTak terasa hampir satu jam aku berada di warung makan tersebut dan tidak ada tamu lain yang datang setelah kepergian keluarga kecil tadi.




















